sEJARAH

Masjid Jami’ Baitul Husna

SEJARAH MASJID JAMI’ BAITUL HUSNA

PERUMAHAN HARAPAN INDAH, KELURAHAN PEJUANG, KECAMATAN MEDAN SATRIA

KOTA BEKASI

Masjid Jami’ Baitul Husna pada mulanya adalah sebuah Mushola yang dibangun sekitar tahun 1990 secara swadaya masyarakat, berdiri di atas sebidang tanah berdasarkan petunjuk lisan dari PT. Hasana Damai Putra.

Mushola ini tidak lama berubah menjadi Masjid karena pada saat itu di sekitar Perumahan Harapan Indah belum ada masjid, sementara jamaahnya semakin banyak dan meningkat dengan cepat. Dengan demikian masjid ini walaupun sederhana merupakan perintis dan pertama sekali yang ada di Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi

Selanjutnya seiring dengan kebutuhan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, maka Masjid Baitul Husna juga berfungsi dan berperan sebagai pusat berbagai kegiatan seperti Majlis Taklim, Pengajian Anak-anak, Bazis, dan kegiatan Paguyuban Ar Raudhah.

Selain dari pada itu pengembangan dan pembangunan lokasi Perumahan Harapan Indah yang berlangsung dengan cepat dan pesat, maka secara langsung berpengaruh kepada pertumbuhan jamaah di Perumahan Harapan Indah, sehingga masiid yang ada tersebut tidak bisa lagi menampung jamaah terutama pada saat Sholat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. bahkan dengan bangunan pokok yang luasnya hanya 100 m2, sering terjadi kebocoran atap pada saat huian. Kondisi ini menyebabkan kekhusuan dan kenyamanan beribadah sering terganggu.

Dalam mengatasi kondisi-kondisi tersebut Pengurus Masjid banyak menerima usulan dan masukan dari masvarakat untuk memperluas dan merenovasi Masjid. Akan tetapi pada saat itu pengurus dihadapkan pada masalah pokok yaitu luas areal dan status tanah yang belum jelas

Namun demikian perkembangan selanjutnya atas pertolongan Allah SWT. dan usaha keras seluruh komponen masyarakat Alhamduhllah saat itu Masjid Baitul Husna akhirnya dapat menggunakan tanah seluas sekitar 2300 m2 berdasarkan SK Walikota Bekasi No, 593.1/Kep. 1 13-BAPEDA/IU/2006 tanggal 17 Maret 2006

Dengan teratasinya masalah pokok tersebut di atas disertai pertimbangan-

Pertimbangan :

  1. Usulan dan harapan para jamaah Masjid Baitul Husna dan masyarakat muslim Harapan Indah untuk segera memiliki sarana ibadah dan pusat kegiatan keagamaan yang memadai, nyaman dan indah.
  1. Dampak lingkungan yang sangat kondusif, lokasi yang mudah dijangkau oleh jamaah khususnya warga RW016 dan warga RW018 Perumahan Harapan Indah.
  1. Respon positif masyarakat, Pengurus RT/RW, Pengurus DKM Masjid/Musholla, Pengurus Lembaga Islam se Harapan Indah, Instansi Pemerintah dan Swasta khususnya PT. Hasana Damai Putra dalam mendukung terwujudnya Masjid Baitul Husna yang representative.
  1. Setelah terbentuknya Panitia Pembangunan Masjid Baitul Husna, maka segera mengajukan Izin Mendirikan Bangunan dan membuat perjanjian pemanfaatan lahan tanah untuk Masjid Baitul Husna. Berdasarkan latar belakang dan dasar pemikiran sebagaimana tersebut di atas bahwa keinginan merenovasi total Masjid Baitul Husna merupakan kebutuhan yang mendesak. Maka dengan rasa tulus ikhlas seraya mengharapkan ridho Allah SWT semata serta semangat ukhuwah islamiyah, pada tanggal 03 Juni 2006 dalam musyawarah yang dipimpin para Ketua RW dan dihadiri para jamah Masjid Baitul Husna, perwakilan masyarakat muslim, perwakilan pengurus RT dan RW, pengurus DKM Masjid / Musholla dan pengurus lembaga Islam se Harapan Indah menyatukan tekadnya untuk merenovasi secara total Masjid Baitul Husna sekaligus menetapkan program sebagai berikut :

Program Pembangunan :

– Nama Proyek Renovasi Masjid Baitul Husna.

– Alamat JI Nusa Indah Raya RT.001/RW016 Perumahan Harapan Indah.

– Ukuran Bangunan 25.m. X 30.m, berlantai 2 (dua)

– Luas tanah :2.300 m2

VISI, MISI DAN TUJUAN PEMBANGUNAN

Adapun Visi, Misi dan Tujuan membangun Masjid Baitul Husna adalah :

Visi :

Terwujudnya Masjid Baitul Husna yang memadai, nyaman dan indah sebagai pusat kegiatan umat Islam.

Misi :

  1. Meningkatnya ukuwah Islamiyah dengan menghargai setiap perbedaan sesama umat muslim.
  2. Menggali dan mendayagunakan potensi ekonomi umat untuk memajukan pembangunan dan kemajuan Islam.

 

Tujuan Pembangunan :

  1. Terpenuhinya sarana ibadah yang representative.
  2. Peningkatan fungsi dan peran masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam, pusat pembinaan generasi muda Islam, pusat kegiatan sosial dan pusat kegiatan syiar / dakwah.
  3. Terwujudnya Masjid sebagai tempat sentral kekuatan umat Islam dari berbagai ragam budaya budaya, suku dan golongan menyatu dalam panji-panji islam.

 

Pelaksanaan pembangunan Masjid tahap I ( Pertama ) tahun 2006 s/d 2009 sebagian besar telah sesuai dengan jadwal waktu yang telah disepakati. Hal ini dapat terwujud atas perlindunga dan izin Allah swt., serta dukungan moril, materil, dana, tenaga dan apresiasi masyarakat muslim, seluruh panitia maupun semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Bekasi dengan jajarannya, pengurus RW, RT, pimpinan lembaga dan lainnya. Kondisi tersebut dapat terlihat dari target pekerjaan sebagian besar tercapai, kendala yang ada dapat diatasi, bahkan bantuan dari Pemkot tahun ke tahun meningkat, kontribusi masyarakat muslim selalu meningkat, sehingga Masjid yang dibangun dapat dimanfaatkan, walaupun belum maksimal, karena pekerjaan pembuatan pilar beton, balok besar, 3.buah kubah, dan 2.menara, dan lantai II belum dikerjakan.

Pelaksanaan pembangunan tahap I ( Pertama ) sejak peletakan batu pertama hingga tanggal 31 Desember 2009 telah menyelesaikan pekerjaan lantai dasar, atau mecapai S5% dari rencana. Adapun dana yang telah terserap uang tunai Rp.1.381.153.905,- ditambah sumbangan material dan paket pekerjaan sekitar Rp.200.000.000,- sehingga biaya keseluruhan hingga saat ini mencapai Rp.1.581.153.905,-  (Satu milyard lima ratus delapan puluh satu juta serratus lima puluh tiga ribu sembilan ratus lima rupiah). Selanjutnya untuk memaksimalkan penggunaan Masjid dan terwujudnya Masjid yang memadai, nyaman dan indah sebagai pusat kegiatan umat Islam sesuai dengan visi, misi dan tujuan pembangunan yang disepakati. Maka mulai Januari 2010 dan seterusnya panitia bersama masyarakat muslim Harapan Indah sedang dan akan melaksanakan pembangunan masjid Baitul Husna tahap ke II (dua).

Pelaksanaan pembangunan Masjid tahap II ( Kedua ) tahun 2010 yaitu pekerjaan lantai II.  Selanjutnya mulai Januari 2010 sesuai hasil rapat paripurna panitia, jamaah, pengurus RW,RT dan tokoh masyarakat muslim pada tangal 17 dan 23 Januari 2010 untuk melanjutkan tahapan pembangunan yaitu pekerjaan lantai II Masjid Baitul Husna di Perumahan Harapan Indah yang memerlukan biaya kurang lebih Rp. 3.218.174.875,-  (Tiga milyard dua ratus delapan belas juta seratus tujuh puluh empat ribu delapan ratus tujuh puluh lima rupiah).

Selanjutnya Pembangunan Masjid Jami’ Baitul Husna terus berlanjut hingga dianggap selesai pembangunannya, dan kemudian dibangun 6 (enam) lokal ruangan yang saat ini dipergunakan untuk Kegiatan Pengajaran MI Plus Al Husna pada pagi hari dan TPA Al Husna pada sore hari.

Sehingga akumulasi biaya Pembangunan Masjid sejak awal menjadi spb :
Biaya hingga akhir Desember 2013 sebesar Rp 3,788,401,976,-
Biaya hingga akhir Desember 2014 sebesar Rp 4,283,499,176
Biaya hingga akhir Desember 2015 sebesar Rp 4,503,679,836,-
Biaya hingga akhir Desember 2018 sebesar Rp 5,398,920,857,-
Biaya hingga akhir Desember 2019 sebesar Rp 5,400,920,857 ,-
Biaya hingga akhir Desember 2020 sebesar Rp 5,426,009,857